Saat Semangat Turun

67semangat turunIkhtiar, apa pun namanya, entah itu usaha, bisnis, belajar, atau bekerja membutuhkan semangat untuk menjalaninya. Tanpa semangat, bisa dipastikan ikhtiar yang Anda lakukan hasilnya tak akan optimal. Usaha atau bisnis tanpa semangat membuat usaha Anda tidak memperoleh kemajuan, begitu juga dengan belajar dan bekerja, akan sia-sialah semuanya bila dilakukan tanpa semangat.

Semangat yang dimiliki tidak selamanya tinggi. Bila diumpamakan sebagai bara api, ketika ada pencetusnya seperti angin, bara tersebut akan menyala, apinya berkobar dan membakar apa yang ada di dekatnya. Saat semangat berkobar dan menggebu-gebu, Anda seakan mampu mengatasi semuanya, tak ada yang dapat menghalangi langkah Anda dalam melakukan sesuatu yang menjadi ikhtiar Anda.
Sebaliknya, bila bara tersebut terpercik air, nyala api pun akan mengecil, lama-lama akan padam dan menyisakan debu. Begitu pula dengan semangat. Kadangkala bila dihadapkan pada sebuah masalah yang cukup menguras energi, atau ikhtiar Anda menemui kegagalan, semangat yang Anda miliki akan turun.

Tak ada yang salah dengan semangat yang naik turun. Itu lumrah dan sangat manusiawi. Saat semangat naik, lakukan segala sesuatu yang diikhtiarkan dengan sebaik-baiknya. Dan saat semangat sedang turun, hadapilah dengan baik pula.

Semangat yang turun harus segera dikendalikan agar tidak semakin terkikis lalu habis. Bakar kembali semangat yang ada, ingatkan diri pada mimpi dan cita-cita yang ingin dicapai bila ikhtiar Anda berhasil. Temukan dan pelajari apa yang menjadikan Anda gagal. Berkumpullah dengan orang-orang yang memiliki motivasi tinggi, agar semangat mereka tertular pada Anda. Carilah nasehat dari orang-orang yang paham dan berilmu agar masalah yang Anda hadapi bisa tersolusikan dengan baik. Jangan lupa berdoa.

Tetaplah semangat, tetaplah berusaha. Di ujung jalan sana, Anda akan mendapatkan hasil yang setimpal dari usaha dan semangat Anda.

Rupiah Anjlok, Industri Boneka Bekasi Terancam Runtuh

image

RAWALUMBU-Kurs dolar yang terus menguat mengancam sejumlah sektor industri, salah satunya industri boneka di Kota Bekasi yang kini mulai berguguran. Kota Bekasi dengan lebih dari 300 pelaku usaha boneka, merupakan sentra industri boneka di Indonesia.

Pelaku usaha industri boneka di Rawalumbu, Anang Sujana mengungkapkan, semakin terpuruknya rupiah yang hampir mencapai angka 15ribu, mengancam kelangsungan hidup industri boneka di Bekasi.

“Saat ini rupiah di angka 14ribu lebih, sudah mulai terlihat sekitar sepuluh industri kecil boneka mulai berguguran, apalagi jika nanti mencapai angka 15ribu,” tutur Anang kepada Bekasi Ekspres di tempat usahanya Rawalumbu, Bekasi, Kamis (3/9).

Sumber : Koran Bekasi Ekspres

Page 6 of 82« First...45678...203040...Last »