Rezeki Itu Mudah

80rezeki bersama AllahRezeki itu urusan kecil dan mudah bagi Allah. Jangankan rezeki, pergantian siang dan malam, kehidupan dan kematian saja urusan yang mudah bagi Allah. Dia Mahakuasa memergilirkan siang dan malam, menghidupkan, mematikan, dan menghidupkan lagi. Dengan demikian, lebih mudah lagi bagi Allah untuk memuliakan atau menghinakan, menganugerahkan kekayaan atau kemiskinan. Segalanya mudah bagi Allah. Semuanya ada dalam genggaman dan kuasa Allah.

Simaklah ayat Al-Qur’an berikut ini, “Katakanlah (Muhammad), ‘Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.’” (QS. Ali Imran [3]: 26 – 27).

Karena itu, urusan rezeki dan kesuksesan dalam berbisnis serahkan saja kepada Allah. Sekali lagi tugas kita adalah berusaha, berdoa, dan beramal saleh. Kemudian, bersabarlah menanti hasilnya. Untuk memanen padi saja, kita perlu waktu. Jangan pernah berharap bisa memanen padi setelah sehari menanamnya.

Kita harus merawatnya dengan baik; memberinya pupuk, membersihkan dari rumput liar, dan bila perlu memberikan obat anti hama. Saat padi mulai berbulir, kita juga masih dituntut untuk bersabar sampai bulir-bulir padi itu benar-benar masak. Ketika kita bersabar melakukan itu semua, maka pada waktunya kita akan memanen “padi” (baca: rezeki) yang berlimpah.

Menyerah Berarti Kalah

68Menyerah berarti kalahDalam hidup seringkali kita berhadapan dengan berbagai macam hambatan, rintangan dan kesulitan. Hambatan dalam berbisnis, rintangan memperoleh izin calon mertua atau barangkali kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Kadangkala, segala macam ujian dan batu sandungan itu datangnya bertubi-tubi. Sudahlah bangkrut, kehilangan kepercayaan dari mertua, misalnya. Atau belum dapat pekerjaan baru setelah di-PHK sementara tabungan sudah menipis.

Manusia dalam fitrahnya punya keterbatasan dan kelemahan. Datangnya ujian dan cobaan seringkali dimaknai sebagai hukuman. Ego kadangkala menuntun kita pada ketidaksabaran dalam menghadapinya. Kita akan merasa marah ketika kita tidak menemukan jalan keluar, putus asa karena solusi yang ditawarkan tak membuahkan hasil, lalu menyerah. Kalah.

Kalau sudah begini tidak ada lain yang dihadapi kecuali keterpurukan. Semua yang terlihat akan nampak gelap. Semua nasihat akan dirasa tak berguna. Padahal, percayalah, kesulitan tidak akan datang melebihi kemampuan yang kita miliki.

Karena itu, jangan menyerah!
– Ikhlaslah
Ikhlas akan membawa ketenangan dan kekuatan jiwa. Jangan menyerah, karena setiap yang Anda lakukan akan membuahkan hasil, termasuk ikhlas. Balasan yang akan Anda dapatkan dari ikhlas jauh lebih besar daripada kesulitan yang Anda hadapi.

– Bertawakal
Menyerahkan segala sesuatu urusan hanya kepada Allah dengan tetap berikhtiar. Jangan menyerah dan bertindaklah, cari dan carilah solusi, lalu yakinlah akan hasil terbaik yang akan Anda peroleh, dari Allah.

– Bersabar
Sabar bukan berarti diam tak melakukan apa-apa. Sabar yaitu tetap berusaha, tetaplah lakukan apa yang harus Anda lakukan. Jangan menyerah, kesabaran Anda akan menimbulkan dampak kekuatan yang luar biasa hingga Anda mampu menyelesaikan masalah Anda.

– Kembangkan diri, gali potensi
Jika Anda merasa lemah, mungkin karena Anda belum menemukan apa yang menjadi potensi Anda. Jangan menyerah, kenali apa yang menjadi kekuatan diri Anda, hingga solusi pun Anda dapatkan dan masalah Anda teratasi.

Maka, seperti lagu d’Masive, apapun kesulitan yang merintangi jalan Anda, Jangan Menyerah.

Page 5 of 82« First...34567...102030...Last »