Berjuta Rasa Syukur

Banyak orang mengeluh dengan menumpuknya pekerjaan sebagai pegawai tapi mendapat gaji pas-pasan hingga tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Sayangnya, banyak pula yang hanya berdiam diri dengan kondisi tersebut dan terus melanjutkan pekerjaannya karena merasa nyaman dengan penghasilan tetap tiap bulan. Padahal, dengan berani mengambil resiko keluar dari zona nyaman dan memulai bisnis (usaha), Anda mungkin mendapat hasil yang lebih besar dari gajian tetap Anda tiap bulan.

Hal itulah yang membuat belakangan ini, banyak beredar buku bisnis yang memberikan panduan bagaimana caranya memulai bisnis atau usaha. Kebanyakan, buku-buku tersebut berisi tentang berbagai teori atau hal-hal yang sebenarnya sudah kita ketahui seperti merencanakan bisnis, berbisnis harus dengan passion, memperhatikan kemampuan otak kanan dan kiri, modal dalam berbisnis, sampai memenangkan persaingan dengan kompetitor.

Dalam buku ini, saya akan memberikan tips yang benar-benar berbeda terkait bagaimana cara memulai usaha, menjalankan usaha, berhubungan dengan kompetitor sampai bangkit dari keterpurukan.

Mengapa saya katakan berbeda? Karena saya tidak mendapatkan ilmu bisnis lewat lembaga pendidikan melainkan lewat pengalaman hidup (kehidupan) yang saya dapat pada saat membangun “Hayashi Toys”. Dengan kata lain, buku ini bukan buku teori melainkan sebuah buku aplikatif, sehingga siapapun bisa mengambil spirit yang saya rasakan saat memulai bisnis lalu berusaha untuk menerapkannya.

Misalnya saja, saya tidak “bicara” bagaimana cara mendapatkan modal untuk memulai usaha karena kita bisa memulai usaha tanpa modal. Lalu saya juga bukan orang yang rapi dalam membuat rencana bisnis, karena buat saya rencana bisnis tidaklah perlu, yang penting action! Dengan kata lain, mulailah bisnis tanpa banyak rencana. Bahkan yang tak kalah ekstrem, jika orang takut dan sengaja menghindar dari kegagalan, atau berusaha tidak gagal dalam berbisnis, saya justru menganggap kegagalan ialah bagian yang harus dilewati, tidak perlu dihindari, karena yang terpenting ialah bagaimana menghadapi dan bangkit dari kegagalan tersebut.

Berbagai hal tersebut merupakan sedikit bagian dari buku “Berbisnis dengan Iman” (BUDIMAN). Jika Anda membaca satu demi satu halaman, maka Insya Allah Anda akan menemukan spirit baru menjadi pengusaha. Karena buku ini ditulis dengan harapan pembaca tidak lagi ragu untuk segera memulai usaha. Tidak ada kata terlalu muda atau terlalu tua untuk menjadi pengusaha. Dengan kata lain, jangan menunda usaha karena “merasa” terlalu cepat atau justru “merasa” terlambat memulai usaha. Ingatlah, tidak ada kata terlambat untuk bertindak!

Berbisnis dengan iman (BUDIMAN) ialah kunci untuk membuka sukses Anda. Pengalaman saya untuk sampai pada BUDIMAN, merupakan perjalanan spiritual yang luar biasa, sulit dipercaya tapi begitulah adanya. Lewat buku kecil ini, saya akan membagi berbagai pengalaman tersebut sekaligus memberi tips-tips bagaimana cara memulai usaha dan menjalankan bisnis dengan iman. Iman yang saya maksudkan ialah “berbuat (action), bersyukur, dan ikhlas”.

Akhirnya, rasa syukur yang tak terkira saya hanturkan pada Allah SWT, Tuhan semesta alam yang karena kebesaran-Nya saya dapat menyelesaikan buku  ini. Ucapan terima kasih khususnya kepada keluarga, istri, dan anak-anak saya yang dengan sabar sudah mendampingi dalam sesusah-susahnya hidup dan ketika senang. Merekalah yang menggerakkan dan selalu bertahan, kuat saat saya menghadapi kesusahan. Ucapan tulus dan hormat saya tujukan kepada Ibu Hartin karena beliau dan timnya terus motivasi saya untuk menyelesaikan buku ini ketika malas hingga buku ini bisa selesai dengan cepat. Akhirnya kepada semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih karena telah bejibaku dalam membantu menyelesaikan buku ini.

Kepada pembaca yang budiman, semoga buku ini memberikan manfaat bagi Anda yang membacanya. Meskipun ditulis dengan bahasa yang sederhana dan apa adanya, semoga tidak menghilangkan spirit pembaca untuk berani memulai usaha. Percayalah setiap orang punya caranya sendiri untuk sukses. Jadilah pengusaha, jangan puas hanya menjadi karyawan (kuli) di negeri sendiri. Dan yang tak kalah penting, jadilah penguasaha yang jujur, yang berbisnis dengan iman, bukan pengusaha yang maju dengan hasil instan serta menggunakan berbagai macam cara untuk bisa kaya.

Terima kasih telah beramal dengan membeli dan membaca buku ini. Hasil dari penjualan buku ini, saya akan sumbangkan kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung dan membutuhkannya.

SUMBER : KUTIPAN DARI BUKU “BERBISNIS DENGAN IMAN” halaman VII – X

GUNAKAN BERBAGAI MEDIA (Berbisnis via Twitter)

Saya akan membagi sedikit rahasia berbisnis via social media (twitter). Setelah facebook, twitter menjadi media yang digunakan oleh banyak orang untuk memperluas pertemanan (jaringan). Sayangnya, banyak yang belum bisa memanfaatkan twitter dengan optimal. Tidak mengherankan, jika kegiatan ber-twitter hanya menjadi sekedar “have fun” (kegiatan yang menyenangkan) seperti memiliki banyak follower (pengikut) tapi tidak menguntungkan.

Belakangan ini, saya memanfaatkan twitter sebagai media bisnis yang efektif. Bagaimana caranya ? Ada tiga langkah yang dapat dilakukan jika Anda ingin belajar berbisnis (khususnya) boneka. Langkah pertama ialah optimasi, saat ini saya memang baru menemukan optimasi via blackberry (pin BB), twitter, dan nomor ponsel. Jadi, saat seseorang datang pada saya, lalu ingin membuka usaha tapi belum memiliki pengalaman apapun, maka optimasi pin BB atau akun twitter merupakan salah satu cara jitu.

Anda memang harus membayar Rp250 ribu untuk bisa dioptimasi. Sebenarnya, uang itupun memiliki tujuan menyaring siapa yang serius ingin berbisnis dengan dioptimasi dan siapa yang tidak. Saat telah mengeluarkan modal, Anda pasti lebih serius “menggarap” bisnis setelah dioptimasi daripada gratis, karena ada uang yang sudah “dikorbankan”. Saat ini, setidaknya saya telah memiliki satu juta follower.

Nah, saat saya mempromosikan akunnya, dalam satu langkah ada 300 calon pembeli (follower) yang siap menjadi pasar Anda. Mereka ini ialah calon pembeli yang sudah terseleksi (menaruh minat pada boneka). Sehingga, Anda tidak perlu repot mencari pembeli, melainkan pembeli yang mencari Anda.

Berikutnya ialah mengelola hasil optimasi tersebut dengan membuat grup-grup di ponsel pintarnya. Jika masih pemula, buatlah 1-4 grup yang bisa dibuat berdasarkan letak wilayah atau jenis boneka yang dicari. Terakhir, jika sudah memiliki beberapa grup, aktiflah bermain dengan jari-jari Anda. Tak perlu repot mencari pembeli karena saya sudah membuktikan, beberapa orang yang saya optimasi langsung belanja ke saya untuk memenuhi pesanan (order) boneka.

Apa yang saya kemukakan di atas, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kreativitas dalam berbisnis. Berbagai inovasi perlu dilakukan agar bisnis yang dijalankan tidak macet. Persaingan bisnis yang saat ini makin marak, jangan sampai membuat Anda tidak percaya diri. Ingat, tak perlu modal besar untuk memulai usaha yang penting action! Berusaha dan lakukanlah, jika yakin dan terus berdoa maka Tuhan pasti memuluskan tiap langkah kita.

Page 29 of 82« First...1020...2728293031...405060...Last »