Bebas Hutang

65bebashutangBanyak orang menggunakan uang bukan dari hasil pendapatan, hanya untuk membeli barang yang bukan kebutuhannya. Padahal barang yang dibeli tidak disukai, hanya untuk pamer pada orang yang tidak disukai.
Menggunakan uang yang tidak terkontrol bisa bikin berantakan tujuan hidup kita, karena hal ini bisa menjadi sumber malapetaka.
Coba periksa lemari pakaian, atau tempat menyimpan perabotan rumah. Anda kumpulkan dan lihat barang-barang apa yang sudah tidak digunakan dalam waktu lama. Periksa! Mungkin Anda akan kaget ternyata banyak barang yang anda beli dan hampir belum pernah digunakan dalam waktu 1 tahun!
Pada awalnya kita tidak membutuhkan barang tersebut, hanya senang membeli. Tanpa disadari kita sudah mengeluarkan uang banyak, yang bila dijumlahkan bisa jadi bisa melunasi hutang kartu kredit kita.
Salah satu cara kontrol uang bisa dengan mulai membeli cash untuk semua kebutuhan. Dengan beli tunai kita akan terbatasi dan berpikir cermat. Setiap keinginan akan dipertimbangkan, dengan bijaksana dan hati-hati.
Ingatlah, gaya hidup tidak mengurangi pentingnya investasi dan pentingnya menabung, maka bersikaplah hemat dalam setiap membeli barang untuk membiayai gaya hidup. Belilah barang ‘tidak penting’ yang lebih murah agar bisa membeli barang yang lebih penting. Lakukan terus seperti itu.
Anda perlu mengubah perilaku, menjadi lebih agresif dalam menabung, dan lebih sedikit membuat pengeluaran. Anggaplah uang hanya sebagai permainan. Jalani hidup dengan tidak terlalu konsumtif. Buang saja semua kartu kredit yang Anda miliki, apalagi bila bunganya tinggi.
Jangan mau menjadi korban kartu kredit, hipotek, kredit mobil dan lain sebagainya. Hal itu hanya akan membuat Anda mengumpulkan hutang pribadi. Anda akan kewalahan, dan masuk dalam lilitan hutang. Penyakit lilitan hutang adalah meminjam uang. Karena itu, berhentilah berhutang.

(diadaptasi dari www.anangsujana.com)

Cintai Pekerjaanmu

92lovejobRahasia sukses dan kebahagiaan bukanlah mengerjakan yang kita sukai, tapi menyukai apa yang sedang kita kerjakan. Sering kita menemukan cerita di kalangan karyawan, ada orang yang begitu giat dalam pekerjaannya.

Tidak sedikit pula kita jumpai yang senang dan gembira dalam pekerjaannya, ada pula yang terus mengeluh dan muram menghiasi wajahnya. Walau ditempat yang sama dengan pekerjaan yang sama, tapi sikap mereka berbeda.
Apa yang membedakan sikap mereka? Mengapa si A begitu semangat, sementara si B tidak? Mengapa ada yang begitu mudah menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu? Sementara yang lain tidak?
Cara pandang dan sikap seseorang yang pada akhirnya berujung antara suka dan tidak suka. Si A memandang pekerjaan sebagai tugas dan beban, keterpaksaan karena kebutuhan, sementara si B menganggap pekerjaan sebagai karya seni yang akan dinikmati orang lain, dan ia menikmatinya.
Semua orang harus bekerja untuk mencukupi kehidupannya, karena itu cintailah pekerjaanmu. Capeknya sama, tapi beda hasilnya yang dikerjakan penuh cinta. Untuk apa meratapi penuh dengan beban, keringat kita menjadi penderitaan, padahal bekerja itu ibadah.
Cintailah pekerjaan kita. Tidak perduli tukang sapu, pemulung, kantoran, pengusaha, pejabat, bila menghendaki kenikmatan, maka cintailah pekerjaan itu. Banyak orang bergaji besar dengan segala fasilitasnya. Tapi tidak menyukai pekerjaannya, tersiksa oleh rutnitasnya, bertahan demi gajinya. Sesungguhnya orang yang tersiksa oleh pekerjaannya, walau gaji besar, dia adalah orang yang gagal. Mestinya pekerjaan adalah sarana untuk meraih kebahagiaan, bukan sebaliknya tersiksa dan mengorbankan kebahagiaan.
Menjalani hidup ini bukanlah penderitaan, tapi untuk disyukuri dan dinikmati. Jangan pernah berpikir bekerja hanya untuk uang, karena itu tidak bisa memuaskan kita tapi bekerjalah karena kita menyukainya, bekerja menjadi hobi. Sesulit apapun pekerjaan kita tetap terasa ringan. Sebaliknya, bila pekerjaan dianggap sebagai kewajiban atau beban, siap-siaplah menderita.
(sumber: anangsujana.com)

Page 20 of 82« First...10...1819202122...304050...Last »