MODA-MODI Maskot Sea Games Buatan Bekasi

Bagi Anang, Membuat boneka itu seperti berusaha membuat jalan di masa depan, Kegemaran dengan boneka sudah dirasakan sejak di bangku SMA. saat ini, genap 22 tahun ia jadi pembisnis boneka. Anang menyebut dirinya pakar boneka.

Selepas lulus SMA, dia bekerja di PT Aseana Inti Industri, pabrik mainan yang berlisensi memproduksi boneka Walt Disney dari AS. Selama bekerja, dia menyerap semua ilmu dan teknik membuat boneka. lima tahun Anang bekerja, perusahaan itu mengurangi karyawan. Anang masuk korban pengurangan dan mendapat pesangon Rp 5 juta. ia mencoba bisnis boneka.

Anang membuka toko di bekasi dengan modal dan bahan baku seadanya. ketika itu, boneka yang sedang menjadi trend yakni teletubbies. Anang ikutan membuat dan sukses. boneka teletubbies buatanya didistribusikan ke 17 mal di jabodetabek. “saya menjual boneka teletubbies seperti kacang goreng,” kata pria kelahiran Bogor, 5 juni 1968 ini.

Awal menjadi produsen boneka, omset yang diraih sekitar Rp 25 juta perbulan. kesuksesan demi kesuksesan terus di raih. Namun, pada 1998 usahanya terguncang akibat krisis moneter. era awal reformasi membuat usahanya gulung tikar. sebab, seluruh mal di jakarta dan sekitarnya mengalami penjarahan.

Pengunjung mal mendadak sepi. Usaha Anang terimbas sehingga modal dan keuntungan dari toko bonekanya habis. dari kejadian itu, ia bangkit lagi dengan pinjaman modal dari kerabat bisnisnya.

Anang hanya meraih pinjaman Rp 500 ribu. bersamaan, dia melihat gudang boneka milik pengusaha asal korea yang hendak di lelang seharga Rp 450 juta. Anang tertarik dan langsung menghubungi pemilik gudang itu, serta menyanggupi akan membeli gudang itu, dalam jangka waktu satu hari.

Sayang, Anang terhimpit modal karena sama sekali tidak mengantongi uang ratusan juta. justru karena itulah, kreativitasnya muncul. ia membuat contoh produk boneka, kemudian menawarkan produknya agar dapat pinjaman modal. untungnya, sejumlah rekan bisnisnya percaya dan memberi pinjaman sebesar Rp 225 juta atau setengah harga lelang gudang.

Sistem berjualanya seperti orang Cina, mendapatkan keuntungan sedikit, namun usahanya tetap lancar. harga boneka di patok 30 persen lebih murah dari pasaran. dalam jangka waktu dua pekan, keuntungan yang diraih sekitar Rp 250 juta.

Anang lantas membangun pabrik di Rawa Lumbu dengan bermodalkan dua mesin jahit. Anang yakin, desain dan bentuk boneka buatanya menarik. pabrik itu diberi nama Hayashi, terinspirasi dari bahasa jepang yang berarti pohon. Menurutnya, pohon itu selalu bermanfaat terhadap manusia. ia pun ingin nama usahanya bermanfaat untuk setiap orang.

Saat ini, Anang mempekerjakan sekitar 108 pekerja di pabrik boneka miliknya. Tidak hanya itu, untuk mengembangkan usaha dan relasi bisnisnya, ia menjual sistem franchise. “Sistem ini merupakan yang pertama kali saya lakukan untuk bisnis boneka di indonesia.”

Anang mempunyai 28 Mitra toko dan 12 Mitra produksi. Masing-masing Toko mempunyai 10 karyawan. dengan sistem penjualan ini, Anang meraup keuntungan masing-masing dari mitra bisnisnya sekitar 400 juta per bulan. Anang menargetkan, tiga tahun kedepan, ia akan membuka 340 toko di 34 propinsi di indonesia.

Meski demikian, Anang tetap berhati-hati dengan persaingan bisnis boneka. sebab, salah satu mitra bisnisnya kini menjadi kompetitor terberat. “saya senang karena itu merupakan pemacu persaingan bisnis yang seportif,’ ujarnya.

Produk boneka yang dihasilkan Anang saat ini tidak ditentukan dengan perkembangan jaman. ia tetap memproduksi boneka sesuai dengan desain dan kereatifitas buatannya. Terlebih, saat mitra kerja memesan untuk membuat boneka di pabriknya.

Untuk desain boneka, Anang mengaku ,menciptakan karakter sendiri, meski juga menerima karakter dari kliennya. kebanyakan klien memesan untuk acara tertentu. desain yang dipakai, masih manual, meski proses digital di perlukan.

Dari sekian banyak karakter, Anang senang dengan karakter barongsai. Karakter boneka itu menjadi peruntungan bagi usahanya. Apalagi, ketika Momentum tahun baru Imlek. masyarakat indonesia, khususnya keturunan cina, bakal membeli boneka itu ketika setiap Imlek,. “itu juga membuat peruntungan saya,” kata ayah dari lima anak itu.

Bahan baku boneka dari kapas dakron yang diperoleh dari tangerang. Bahan baku konsentrat itu dinilai aman dan higienis bagi kesehatan karena tidak menimbulkan alergi atau penyakit kulit. dalam memproduksi boneka, Anang mengaku tidak pernah mengalami kesulitan. kesulitan itu sudah menjadi tantangan. “itu yang membuat saya optimistis dengan menyebutkan diri sebagai pakar boneka,” ujar pemilik prinsip, pembeli itu kerabat, bukan raja.

Untuk pemasarannya, Hayasi Toys masih menjual pasar dalam Negeri. ia belum tergiur di ekspor karena produksinya bersifat sementara, sedangkan keuntungan tak sebanding dengan distribusi lokal.

Berkat kesuksesan usahanya itu, saat ini Hayashi Toys ditunjuk sebagai produsen pembuat boneka Sea Games 2011. produsen boneka milik Anang itu di percaya membuat maskot yang memiliki karakter hewan komodo, sebanyak 1.500 buah.

Boneka maskot itu berjuluk Moda Modi. Moda adalah komodo jantan yang mengenakan kostum berwarna hijau dan sarung batik, sedangkan Modi adalah komodo betina bercorak warna kuning, memakai rok batik dan selendang batik.

Ukuran tinggi boneka itu adalah 30 cm dan berdiameter sekitar 12 cm. tempat usahanya dilirik penyelenggra Sea Games karena memiliki segenap prestasi yang cukup baik, diantaranya, meraih predikat produsen boneka terbaik se-Jawa Barat pada tahun 2007, juara II produsen boneka se-ASEAN pada tiga bulan lalau, dan maskot PON XVII Kalimantan Timur.

Selain Boneka maskot Moda Modi, Hayashi Toys juga mengerjakan beragam boneka yang sudah lama di pesan Pada awal November ini, Hayashi Toys harus memproduksi lima karakter binatang untuk pengusaha dari Amerika Latin.

Meski hanya lulusan SMA, ia menganggap kesuksesan ini, merupakan jalan ALLAH. Langkah dan segala resiko yang diambil tentu diimbangi tanggung jawab kepada sang pencipta. pengusaha yang handal itu harus mempunyai keyakinan dan kedisiplinan. menurut dia, didikan itu sangat manjur diterapkan, mengingat ia terlahir sebagai anak seorang tentara Angkatan Darat (AD) yang selalu menerapkan pelajaran tersebut.

Komentar