Boneka Modo Modi Maskot Sea Games Buatan Bekasi

Kota Bekasi –  Krisis ekonomi tahun 1998 menjadi tonggak sejarah tumbuhnya usaha mikro, kecil dan menengah, dalam mendukung struktur perekonomian nasional. Dampak dari krisis ini dirasakan sejumlah pengusaha mikro, kecil dan menengah di Bekasi, di antaranya yang cukup menonjol adalah Nana Anang Sujana yang mengkhususkan diri dalam usaha pembuatan boneka.

Nana Anang Sujana, menggeluti usaha boneka ini sejak tahun 1998 saat krisis ekonomi mulai melanda negeri ini yang berarti telah dua belas tahun. Dan ternyata dia cukup sukses menahkodai usahanya di tengah badai krisis ekonomi. Tak heran, jika dia kerap disambangi pejabat dari berbagai daerah seperti Medan, Lampung, Kupang, Manado, Yogyakarta, Gorontalo dan Pontianak. Tak ketinggalan mahasiswa perguruan tinggi dari luar daerah seperti Yogyakarta, Bandung, Semarang juga banyak melakukan studi di tempat usahanya,

Dalam menjalankan usahanya ia menempati sebuah pabrik berlantai dua yang cukup memadai untuk ukuran pembuatan boneka di jalan Blue Safir Raya No 34 Kel Bojong Rawa Lumbu, Kec Rawa Lumbu, Kota Bekasi atau tepatnya di seberang Jembatan IX, Nana Anang Sujana pria kelahiran Bandung 41 tahun silam, mencoba merintis usaha di tempat ini, Bahkan kini omsetnya telah mencapai Rp1,2 Miliar per Bulan. Padahal ketika merintis usaha ini tahun 1998 lalu, dia hanya hanya bermodal Rp 500 ribu. Modal itu berasal dari pesangon tempatnya bekerja yang gulung terkena tinkar terkna dampak krisis moneter

“Ditempat ini lah saya merintis usaha saya dari awal dengan modal walal pertama kali sebesar Rp 500 ribu” ujar Nana yang biasa di panggil ayah kepada Fajar Wartawan KabarBekasi.Com saat ditemui di pabrik tempat pembuatan boneka tersebut. (more…)

Kegagalan Itu Penting dalam Berbisnis

Ia bukan pecinta boneka, tapi sukses menjadipengusaha boneka. Berkali-kali ‘jatuh’, tidak menjadikannya enggan untuk ‘bangkit’ kembali.

Berbisnis berarti belajar mengolah hati, kata Nana, seorang pria yang kini merasakan manisnya berwirausaha sesudah kenyang merasakan pahitnya “jatuh bangun” di dunia bisnis. “Mengolah hati berarti apa yang kita kerjkan, itu yangharus kita sukai. Banyak orang mencari sesuatu yang menjadi passion (kesenangan) mereka, supaya nanti lupa makan, lupa tidur, dan bahagia. Padahal, kesenangan itu (berasal) dari hati kita sendiri. (Menjalani sesuatu yang menjadi) passionnya, tapi kalau dia tak bisa mengolah hati, tetap saja tidak bahagia,” ungkap pria kelahiran Bogor, 5 Juni 1969 itu.

Nana bicara berdasarkan pengalaman. Sesungguhnya, passion Nana pada bidang otomotif. Apa daya, lamarannya ke beberapa perusahaan otomotif ditolak. Tak menyerah meski terpaksa ia lalu mengambil peluang yang datang padanya.

Ia memutuskan bekreja di perusahaan bahan bangunan PT. Djabesmen. “Tugas saya memersihkan sisa-sisa semen di tower atas. Kadang tangan bolong-bolong karena (mengerjakan ini) seharian, “jelas ayah dari Agin Bayu Nur Alam Hayashi, Dhea Hayashi Fazrin, Tiara Qonita Hayashi Fazrin, dan Zaskia Istiqomah Hayashi Fazrin ini.

Setelah empat bulan bekerja di sana, ia memilih pindah ke PT. Asiana Inti Industri (AII), produsen boneka. Meski kala itu ia bertugas di bagian gudang, Nana tak pernah membatasi pekerjaannya. Ia tak segan membantu rekan kerjanya di bagian lain.

“Dari sanalah, saya justru banyak belajar,” ungkap suami dari Dwi Yanti Wastini itu. Ia menjadi tahu seluk beluk bisnis boneka. Setelah beberapa tahun bekerja, ia mengalami peristiwa yang menjadi momok bagi para pekerja, yakni pemutusan hubungan kerja (PHK). Setelah melamar ke beberapa perusahaan tak mendapatkan hasil, Nana memutuskan menekuni sesuatu yang ia kenal: bisnis boneka.

Nana memulai bisnis limbah bahan baku boneka pada tahun 1995 dengan modal seesar lima juta rupiah dari pesangon yang ia dapat dari AII. Empattahun kemudian, usaha Nana bangkrut, Nana juga memiliki tanggungan utang sebesar 50 juta rupiah. Krisis ekonomi pada tahun 1999 juta ‘mematikan’ belasan toko boneka yang ia sewa di beberapa mal. Kondisi ekonomi yang carut marut membuat masyarakat takut menyambangi mal untuk berbelanja. (more…)

Tengah Malam Tanggal 12, Bulan 12, Tahun 2012

Malam ini tanggal 12-12-2012. Aku melewati malam sendirian, sepi dan terasa begitu mengganggu otakku melompat mengembara ke masa lalu. Tidak biasanya ku biarkan kenangan masa lalu hadir ke dalam pikiranku, aku tidak berontak dan malah seakan kubiarkan satu demi satu beriringan masuk di kepalaku rekaman kenangan bersamamu dan segala macam kebodohan yang sudah kulakukan terhadapmu.

Hadir begitu jelas, seolah-olah baru kemarin aku berseragam putih abu-abu….hey!..kamu sedang apa malam ini?…aku tidak mengusikmu dalam dekapan lelaki yang kini jadi suamimu, aku cuma ingin mengenang saja karena malam ini aku kesepian aku sendiri melewati malam, susah kupejamkan mata ini.

Aku juga sudah mempunyai istri yang cantik dan anak-anakku yang sedang tidur lelap di sebelahku, ya! Aku cuma mengenangmu saja mengisi sepi malam buta ini.

Karena di dalam kamarku tidak bisa kulihat bulan, tidak bisa kulihat bintang, walau aku punya ilmu yang bisa menerawangmu, aku tidak mau melakukannya, karena aku memang tidak ingin.

Kamu memang hanya masa lalu, yang membahagiakanku saat dulu. Saat ini aku bahagia dengan istri dan anak-anakku, mereka adalah semangatku. Kalau aku mengenangmu kini, hanya ingin mengenang saja karena masa lalu itu tidak banyak yang membekas dalam ingatanku.

Hanya saja aku banyak dosa kepadamu, sering sekali dulu kamu aku sakiti. Aku khianati, aku bentak! Aku kasari, namun tetap tabah dan bangga jadi pacarku.

Ya…kamu selalu begitu, kamu selalu anggun dalam mengelola kesabaran.

Sekarang aku baru merasakan dan menilai arti cinta mu dulu itu, sebuah cinta yang bernilai, berkualitas yang kamu abdikan bagi sosok laki-laki kurang ajar sepertiku.

Ya…Aku lelaki yang kurang ajar yang dulu kamu sayangi dan kamu bangga-banggakan dilingkungan keluargamu dan teman-teman sekelasmu. Katamu Akulah ketua Osis yang paling super aktif yang membawa sekolah banyak di kenal dengan karya-karyanya…Kamu memang polos saat itu. hehehe…kamu dasar kamu hhmmm!…

Aku baru tahu kini, kadang kita sering sekali di ketemukan dengan pacar yang salah terlebih dulu, sebelum di temukan dengan pacar yang benar sebagai jodoh pendamping dalam kehidupan kita.

Aku tahu cintamu dulu adalah sejati, bukan cinta buta yang tidak pakai logika, kamu memang orang baik, pastinya pelindungmu laki-laki yang baik pula, semoga.

Dulu aku terlalu percaya diri, sehingga sepertinya aku adalah lelaki yang paling ideal bagi seluruh cewek di SMU itu.

Maafkan aku, walau telah terlambat selama 22 tahun lamanya, seperti kertas usang yang sudah susah untuk di baca.

Tapi malam ini lewat keheningan, Ku berdoa memohon maaf atas dosa-dosaku dulu kepadamu. Karena malam ini ataupun hari kemarin, atau hari lusa, Aku tidak akan meminta maaf langsung padamu, kenapa ? Karena kita bukan muhrimnya dan kita sudah bahagia dengan kehidupan kita masing-masing.

Kini malam ini aku hadir ke hadapanmu, kujumpai dalam hayalku, bukan untuk merayumu, tapi dalam ketidak teraturan otakku, makanya mampir seenaknya ke hadapanmu.

Ya…seperti dulu datang dan pergi sesuka hati. Semoga kamu bahagia dengan suamimu kini. Karena akupun sangat bahagia dengan istri dan malaikat-malaikat kecilku yang cantik dan ganteng lucu-lucu. Kamu tidak usah berkata apapun, diam saja cukup terima saja maafku.

Bahkan jabat tangan saja tidak boleh haram! Jangan juga kamu berurai air mata, seperti dulu saat malam minggu aku tidak datang kerumahmu, saat 2 ulang tahunmu kulewati, saat pergi ke jakarta tanpa pamit, saat ku larang ikut persami, saat aku godain adik kelas, uh!!..terlalu banyak air matamu jatuh atas perlakuanku. Maafkan…

Aku pamit…kamu tegar kini, aku senang kini kamu tegar…selamat malam masa lalu…maafkan dan lupakan …Jleb! Moment!!!

Page 1 of 10912345...102030...Last »