Malam ini tanggal 12-12-2012. Aku melewati malam sendirian, sepi dan terasa begitu mengganggu otakku melompat mengembara ke masa lalu. Tidak biasanya ku biarkan kenangan masa lalu hadir ke dalam pikiranku, aku tidak berontak dan malah seakan kubiarkan satu demi satu beriringan masuk di kepalaku rekaman kenangan bersamamu dan segala macam kebodohan yang sudah kulakukan terhadapmu.
Hadir begitu jelas, seolah-olah baru kemarin aku berseragam putih abu-abu….hey!..kamu sedang apa malam ini?…aku tidak mengusikmu dalam dekapan lelaki yang kini jadi suamimu, aku cuma ingin mengenang saja karena malam ini aku kesepian aku sendiri melewati malam, susah kupejamkan mata ini.
Aku juga sudah mempunyai istri yang cantik dan anak-anakku yang sedang tidur lelap di sebelahku, ya! Aku cuma mengenangmu saja mengisi sepi malam buta ini.
Karena di dalam kamarku tidak bisa kulihat bulan, tidak bisa kulihat bintang, walau aku punya ilmu yang bisa menerawangmu, aku tidak mau melakukannya, karena aku memang tidak ingin.
Kamu memang hanya masa lalu, yang membahagiakanku saat dulu. Saat ini aku bahagia dengan istri dan anak-anakku, mereka adalah semangatku. Kalau aku mengenangmu kini, hanya ingin mengenang saja karena masa lalu itu tidak banyak yang membekas dalam ingatanku.
Hanya saja aku banyak dosa kepadamu, sering sekali dulu kamu aku sakiti. Aku khianati, aku bentak! Aku kasari, namun tetap tabah dan bangga jadi pacarku.
Ya…kamu selalu begitu, kamu selalu anggun dalam mengelola kesabaran.
Sekarang aku baru merasakan dan menilai arti cinta mu dulu itu, sebuah cinta yang bernilai, berkualitas yang kamu abdikan bagi sosok laki-laki kurang ajar sepertiku.
Ya…Aku lelaki yang kurang ajar yang dulu kamu sayangi dan kamu bangga-banggakan dilingkungan keluargamu dan teman-teman sekelasmu. Katamu Akulah ketua Osis yang paling super aktif yang membawa sekolah banyak di kenal dengan karya-karyanya…Kamu memang polos saat itu. hehehe…kamu dasar kamu hhmmm!…
Aku baru tahu kini, kadang kita sering sekali di ketemukan dengan pacar yang salah terlebih dulu, sebelum di temukan dengan pacar yang benar sebagai jodoh pendamping dalam kehidupan kita.
Aku tahu cintamu dulu adalah sejati, bukan cinta buta yang tidak pakai logika, kamu memang orang baik, pastinya pelindungmu laki-laki yang baik pula, semoga.
Dulu aku terlalu percaya diri, sehingga sepertinya aku adalah lelaki yang paling ideal bagi seluruh cewek di SMU itu.
Maafkan aku, walau telah terlambat selama 22 tahun lamanya, seperti kertas usang yang sudah susah untuk di baca.
Tapi malam ini lewat keheningan, Ku berdoa memohon maaf atas dosa-dosaku dulu kepadamu. Karena malam ini ataupun hari kemarin, atau hari lusa, Aku tidak akan meminta maaf langsung padamu, kenapa ? Karena kita bukan muhrimnya dan kita sudah bahagia dengan kehidupan kita masing-masing.
Kini malam ini aku hadir ke hadapanmu, kujumpai dalam hayalku, bukan untuk merayumu, tapi dalam ketidak teraturan otakku, makanya mampir seenaknya ke hadapanmu.
Ya…seperti dulu datang dan pergi sesuka hati. Semoga kamu bahagia dengan suamimu kini. Karena akupun sangat bahagia dengan istri dan malaikat-malaikat kecilku yang cantik dan ganteng lucu-lucu. Kamu tidak usah berkata apapun, diam saja cukup terima saja maafku.
Bahkan jabat tangan saja tidak boleh haram! Jangan juga kamu berurai air mata, seperti dulu saat malam minggu aku tidak datang kerumahmu, saat 2 ulang tahunmu kulewati, saat pergi ke jakarta tanpa pamit, saat ku larang ikut persami, saat aku godain adik kelas, uh!!..terlalu banyak air matamu jatuh atas perlakuanku. Maafkan…
Aku pamit…kamu tegar kini, aku senang kini kamu tegar…selamat malam masa lalu…maafkan dan lupakan …Jleb! Moment!!!